Halaman ini sedang dimuat

Ada yang bisa kami bantu?

Temukan artikel sesuai kebutuhan Anda

Bagaimana Cara Mengelola Mass Overtime

Article author
Learning
  • Diperbarui

Mass Overtime dapat digunakan ketika Anda memiliki data overtime atas beberapa karyawan, sehingga Anda tidak perlu melakukan input data overtime satu per satu atas karyawan tersebut.

Berikut langkah-langkahnya

  1. Masuk ke menu Time Management lalu pilih Overtime.
    2022-10-05_10_17_25.jpg

  2. Pada halaman overtime, klik “Request Overtime” lalu klik “Import Overtime”.
    image-1632129565648.png
  3. Klik “Template Overtime Request”.
    image-1632129919785.png
  4. Masukan Start Date dan End Date periode overtime yang akan dimasukkan.
    image-1632130424360.png
  5. Gunakan filter untuk memilih karyawan. Filter yang dapat digunakan yaitu berdasarkan Branch dan Organization.
    image-1632131838204.png
  6. Atau Anda juga dapat langsung memilih karyawan seperti gambar dibawah.
    image-1632132225223.png
  7. Lalu klik “Download”.
    image-1632132361557.png
  8. Buka dan lengkapi file tersebut.
  9. Empat kolom pertama akan berisi informasi tentang Employee ID, Nama Employee, Tanggal dan Shift yang berlaku.
    image-1632191791044.png
  10. Apabila overtime dilakukan pada hari kerja, masukkan informasi durasi overtime karyawan pada kolom Work Shift.
    image-1632192232426.png
  11. Isikan durasi Overtime Karyawan yang dilakukan sebelum jam kerja pada kolom OT Before Duration (dalam satuan menit).
    image-1632191275824.png
  12. Isikan durasi Istirahat yang dilakukan saat Overtime sebelum jam kerja pada Break (OT Before) Duration (dalam satuan menit).
    image-1632191296915.png

    Break akan mengurangi durasi lembur.
    Contoh: Employee A melakukan lembur sebelum jam kerja selama 90 menit. Perusahaan menetapkan break untuk lembur sebelum jam kerja yaitu selama 30 menit. Maka lembur yang diakui untuk employee A adalah 60 Menit.

  13. Isikan durasi Overtime Karyawan yang dilakukan setelah jam kerja pada kolom OT After Duration (dalam satuan menit).
    image-1632191353822.png
  14. Isikan durasi Istirahat yang dilakukan saat Overtime setelah jam kerja pada Break (OT After) Duration (dalam satuan menit).
    image-1632191372935.png

    Break akan mengurangi durasi lembur.
    Contoh: Employee A melakukan lembur setelah jam kerja selama 120 menit. Perusahaan menetapkan break untuk lembur setelah jam kerja yaitu selama 30 menit. Maka lembur yang diakui untuk employee A adalah 90 Menit.

  15. Apabila overtime dilakukan pada hari libur, masukkan informasi Jadwal kerja masuk dan keluar karyawan.
    image-1632192147901.png
  16. Isikan jadwal masuk dan keluar karyawan saat lembur pada hari libur nasional/hari libur/hari libur perusahaan (masukkan dalam format waktu).Isikan durasi Istirahat yang dilakukan saat Overtime (dalam satuan menit).
    image-1632192757500.png

    Break akan mengurangi durasi lembur.
    Contoh: Employee A melakukan lembur dengan schedule in pukul 09:00 dan schedule out pukul 15:00. Perusahaan menetapkan break saat lembur yaitu selama 60 menit. Maka lembur yang diakui untuk employee A adalah 5 jam (15:00 - 09:00 - 60 menit).

  17. Selanjutnya, upload data tersebut dengan cara klik “Choose File”.
    image-1632191583663.png
  18. Lalu klik “Submit”.
    image-1632191627109.png
  19. Maka data overtime akan terupdate.

    Status akan berubah menjadi approved kalau sudah di approve oleh approver atas data overtime tersebut.

Bagikan artikel ini

Punya saran dan komentar untuk artikel ini?

Bantu kami meningkatkan kualitas dari guidebook kami dengan mengisi form